Tenis Kursi Roda

Tenis Kursi Roda

Wheel Chair Tennis olahraga yang menjadi popular di seluruh dunia dan diperkenalkan di paralimpiade Games sebagai acara demonstrasi di Seoul 1988 Summer paralimpiade. Cara bermain Tenis kursi roda ini berbeda dengan permainan tenis pada biasanya, yakni atlet menggunakan kursi roda yang dirancang khusus dan bola dapat memantul hingga dua kali di mana bouncing kedua juga dapat terjadi di luar garis.


Klasifikasi atlet berdasarkan mobilitas dikelompokan menjadi dua yaitu para dan quad. Para diperuntukkan untuk atlet yang hanya mengalami cacat kaki karena kelumpuhan atau amputasi, sedangkan istilah quad digunakan untuk para atletyang mengalami cacat ganda yakni, selain cacat kaki, juga terdapat handicap pada tangan sekaligus, sehingga raket perlu diikatkan pada tangan dikarenakan atlet tersebut tidak kuat mencengkeram atau tidak memiliki jari.
Ada tiga kategori atlet yang bersaing: pria, wanita dan quad; setiap divisi memiliki turnamen tunggal dan ganda. Quad, divisi terbaru, adalah untuk pemain yang memiliki kehilangan fungsi dalam setidaknya satu ekstremitas atas, tetapi mungkin termasuk berbagai cacat selain quadriplegia. Pembagian ini kadang disebut Mixed, terutama di paralimpiade Games. Pemain quad sering merekatkan raket ke tangan mereka, untuk mengimbangi hilangnya fungsi, dan beberapa pemain diperbolehkan menggunakan kursi roda bertenaga listrik.

 

Cara Bermain

Para pemain memukul bola tenis dengan raket bolak-balik lebih dari 0,914 meter (tiga kaki) bersih di tengah lapangan. Tujuannya adalah untuk memukul bola ke setengah lapangan lawan tanpa mereka bisa mengembalikannya.
Tidak ada modifikasi pada ukuran lapangan, raket atau bola tenis. Perbedaan utama adalah kursi roda yang dirancang khusus dan ‘aturan dua pentalan’ di mana bola dapat melambung dua kali.