×
HOME INDONESIA 2018 PARAGAMES SPECTATOR GUIDE NEWS VOLUNTEER TENDER
Berkat ‘Pil Sabar’ Aryanti Antar Putranya Berprestasi

Berkat ‘Pil Sabar’ Aryanti Antar Putranya Berprestasi

May 7, 2018

Tak siap menerima kenyataan. Itulah yang menyelimuti hati Aryanti R Yacub tatkala melihat putra bungsunya, Michael Rosihan Yacub, yang lahir 25 Februari 1990, mengalami sindroma down.

“Sebagai manusia wajar kan saya shock melihat keadaan putra saya. Tapi, saya harus menerima darah daging saya,” kata Aryanti yang ditemui saat mengantar Michael bersama teman-temannya, yang merupakan atlet renang tunagrahita dari Yayasan Sindroma Down Indonesia (YSDI) pada Lomba Renang Jakarta Open Para Swim di Gelanggang Renang Jakarta Pusat (GRJP), Jakarta, Sabtu (5/5).

Awalnya, Aryanti mengaku dirinya sempat kikuk dalam mendidik Michael. “Saya sempat menangis karena putus asa. Untung ada bisikan yang memberitahu saya agar menggunakan akal dan pikiran dalam mendidiknya. Bisikan itulah yang mendorong saya untuk membuatnya bisa berprestasi,” tutur Aryanti.

Butuh kesabaran dan ketekunan yang luar biasa untuk mendidik sang putra bungsu yang kini sudah bisa berkomunikasi dengan cukup baik.

“Untung saya punya stok segudang “pil sabar”. Kesabaran dan ketekunan saya itulah yang akhirnya membuahkan hasil. Michael sekarang memiliki segudang prestasi melebihi anak normal baik di bidang olahraga maupun seni,” katanya lagi.

Kesabaran dan ketekunan memang harus jadi modal orang tua untuk menjadikan anak yang mengalami sindroma down agar bisa berprestasi di bidang olahraga dan seni.  Contohnya, kata Aryanti, Michael butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menekuni cabang olahraga  atletik dan cabor beladiri karate. Begitu juga saat menekuni renang.

“Michael bisa berlari dan beladiri karate butuh waktu lama. Apalagi, saat dia menekuni olahraga renang. Setiap hari, saya membawanya rutin belajar renang dan baru dua tahun kemudian dia bisa menguasai semua gaya dengan baik,” katanya.

Michael memang punya bakat di olahraga. Begitu tampil di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DKI Jakarta, dia mampu meraih emas di Nomor Lari 50 Meter dan Lempar Bola.

Berkat prestasi itu, Michael mendapat kepercayaan memperkuat Kontingen Indonesia pada Special Olympic World Tahun 2003. Luar biasa hasilnya. Michael meraih perak dari nomor Lari 50 meter dan Perunggu Nomor.Lempar Bola.

Pada Peparda DKI Jakarta tahun 2004, Michael meraih emas. Kemudian, dia tampil pada Regional Special Olympic World Games di Amerika Serikat Tahun 2014. Hasilnya, dia meraih perak Gaya Bebas 50 meter dan Gaya Dada 100 meter.

Tidak puas di cabang lari dan renang, Michael mencoba menekuni olahraga golf. Di cabang olahraga golf, dia baru mampu menguasainya setelah berlatih selama 16 tahun. “Memang melelahkan tetapi hasil yang dicapainya cukup bagus. Dia dapat Rekor Muri sebagai Pegolf Down Syndrome se-Asia pada tahun 2010,” ujar Aryanti.

Yang lebih fantastis lagi, Michael juga menekuni musik angklung. Dia dan rekan-rekannya sempat diundang Presiden Joko Widodo untuk tampil di Istana Negara Bogor. “Grup Angklung YSDI itu merupakan satu-satunya di dunia,” tutur Pendiri YSDI ini sembari tersenyum.

Kini Aryanti ingin Michael dan teman-temannya bisa tampil pada Asian Para Games 2018. “Kelompok Tunagrahita kan dipertandingkan di Asian Para Games 2018. Jadi, YSDI menargetkan Michael dan kawan-kawan untuk bisa bergabung di Kontingen Indonesia,” tutupnya. (azn)